Cerita
ini saat saya sedang telfonan dengan sahabat lama saya. Kami pernah
satu sekolah dulu. Saat masih di sekolah dasar. Tapi hanya 2 tahun
kami bersama. Dia pindah ke kota pada saat itu. Kami baru bertemu
lagi saat kuliah. Di kota yang sama. (wah lama juga yaa terpisahkan).
hahah
Namanya..
Titin. Itu panggilannya. Wah, dia sudah dewasa sekarang
Apa
kau mau menemaniku bercerita malam ini...!? Kataku. "cerita
tentang apa?".
Tentang
Kita. “Kita..!?”
“Iya.
Kau dan Aku. Tentang kau”.
“Apa
yang kau tahu tentang aku?”,
kau
itu wanita yang dewasa menurutku, Dewasa dari sikap dan etika yang
aku lihat selama mengenalmu.
"Oh,
begitu?". Iya, jawabku.
"begini
saja, Apa yang kau pikirkan?
"Aku
tidak memikirkan apa-apa, pikiranku kososng malam ini". hehehe
"Apa
kau tidak ingin menyisipkan aku di sela pikiranmu yang kosong itu?
hahahha..
apa..!?
Aku
selalu berpikir kau itu adalah wainita yang akan bersamaku berjalan
berdampingan dan saling menggenggam tangan, semoga itu bukan hanya
kenangan dan khayalanku saja.
Mungkin
hanya akan percuma karena kau tidak memberikan kesempatan. “Iya.
Mungkin karena kau belum bisa percaya sama aku”.
“Percaya…!?
Mungkin aku percaya 0,1% saja”, katanya.
Bagaimana
mungkin aku bisa mengubah kepercayaan itu jika tidak pernah diberikan
kesempatan.
Apa
aku hanya akan seperti ini terus tanpa sebuah kepastian. “Kau harus
menanti… !!”
Menanti
tanpa kepastian, kau tidak memberikan waktu sampai kapan aku menanti,
mungkin itu sama saja dengan menunggu.
“Menunggu
itu tidak sama dengan menanti. Itu beda”, katanya.
Menunggu
berarti belum ada sebuah kepastian atau didalamnya tidak ada
harapan,sedangkan menanti, itu sudah ada harapan.
Aku
masih belum mengerti dengan yang kau katakana. Kita masih saja
memperdebatkan menunggu dan menanti. Apa yang salah dengan itu…
hahah (hanya pikiranku saja yang salah). Setelah berulang-ulang dia
jelaskan. Aku mengerti. Itu memang berbeda.
“Iya.
Sekarang aku mengerti”.
Semoga
harapan itu ada. Biar saja nanti kepercayaan yang hanya 0.1% tadi
bisa bertambah 1%.
Aku
masih berpikir tetangmu. Yang sampai saat ini belum bisa memberikan
suatu kepastian tentang perasaanku.
Mungkin
karena aku terlalu cepat untuk suka sama kamu. Dan mengutarakan apa
yang aku rasa. Perasaan ini tidak akan berhenti sampai disini saja
sampai kau membrikan kepstian yg jelas.
“tapi
sampai kapan..?”,
Tapi
aku senang sudah mengatakan yang kurasakan saat ini. mnurutku ini
sebuah kesempatan yg sudh dia brikan. Smoga aja nnti dia bisa menjadi
ibu dari anak-anakku. (ngarep).
Aku
ingin kau menjadi inspirasi dlm tulisanku saat ini dan seterusnya.
Di setiap akhir tulisanku selalu ada do’a untumu dan harapan yang
selalu ku nanti..
Sampai
disini dulu ya cerita untuk malam ini. dan terima kasih untuk
seseorang yang special malam ini yang menemaniku menulis cerita.
Dia adalah Titin. Sahabatku.
(Maaf
udah janji mau masukin di blog ini dari hari kemarin, tapi baru
sempat online sekarang jadi baru malam ini sy tulis di blog. Hehee)
(agustus,2012)

No comments:
Post a Comment