PENELITIAN SOSIAL BAGI PEMBANGUNAN
Bab I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Pembangunan
merupakan bentuk perubahan sosial yang terarah dan terencana melalui berbagai
macam kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat.
Bangsa Indonesia seperti termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
telah mencantumkan tujuan pembangunan nasionalnya. Kesejahteraan masyarakat
adalah suatu keadaan yang selalu menjadi cita-cita seluruh bangsa di dunia ini.
Berbagai teori tentang pembangunan telah banyak dikeluarkan oleh ahli-ahli
sosial barat, salah satunya yang juga dianut oleh Bangsa Indonesia dalam
program pembangunannya adalah teori modernisasi. Modernisasi merupakan
tanggapan ilmuwan sosial barat terhadap tantangan yang dihadapi oleh negara
dunia kedua setelah berakhirnya Perang Dunia II.
Modernisasi menjadi
sebuah model pembangunan yang berkembang dengan pesat seiring keberhasilan
negara dunia kedua. Negara dunia ketiga juga tidak luput oleh sentuhan
modernisasi ala barat tersebut. Berbagai program bantuan dari negara maju untuk
negara dunia berkembang dengan mengatasnamakan sosial dan kemanusiaan semakin
meningkat jumlahnya. Namun demikian kegagalan pembangunan ala modernisasi di
negara dunia ketiga menjadi sebuah pertanyaan serius untuk dijawab. Beberapa
ilmuwan sosial dengan gencar menyerang modernisasi atas kegagalannya ini.
Modernisasi dianggap tidak ubahnya sebagai bentuk kolonialisme gaya baru,
bahkan Dube (1988) menyebutnya seolah musang berbulu domba.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar
belakang diatas, maka kami dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Mengapa
pembangunan sebagai penyebab perubahan masyarakat?
2. Apa manfaat
penelitian sosial bagi pembangunan?
Bab II
Pembangunan sebagai
Penyebab Perubahan Masyarakat
perubahan
masyarakat atau social change ialah suatu pergantian atau modifikasi pola
kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh berbagai faktor. Pertama, faktor yang
menjadi penyebab perubahan masyarakat dapat timbul dari dalam kehidupan
masyarakat sendiri maupun yang datang dari luar diri masyarakat tersebut.
Kedua, faktor yang menjadi sebab perubahan masyarakat, baik faktor intern
maupun faktor ekstern,