"MAX
WEBBER"
Max
webber dilahirkan di Erfurt, Thuringia, pada 21 april 1864. Max
seorang ahli hukumyang cakap dan penasehat kotapraja, berasal dari
keluarga pedagang linen dan produsen tekstil di Jerman bagian barat.
Pada tahun 1869, webber pindah ke Berlin yang tidak lama kemudian
menjadi ibu kota Reich-nya Bismark yang berkembang. Dikota itu,
Webber menjadi politisi cemerlang, aktif berperan dalam pengelolaan
kotapraja berlin. Pemerintahan Prusia, dan Reichstag baru. Ia
tergabung dalam kubu liberal sayap kanan yang dipimpin bangsawan
Hanover, Bennigsen.
Meski
secara personal ia tidak religius, dalam kata-katanya “tidak
musical secara
riligius” tetapi webber mecurahkan banyak energy
keilmuannya untuk menulusuri agama bagi perilaku dan hidup manusia.
Webber
merupakan seorang “professor politis” terakhir yang memberikan
konstribusi tidak memihak bagi ilmu pengetahuan dan sebagai garda
depan intelektual kelas menengah, juga merupakan tokoh politik
terkemuka. Meski demikian faktanya, tetapi demi “objektivitas”
dan kebebasan para mahasiswanya, Webber menentang “para
treitschkes” yang menggunakan gdang kuliah terpisah sebagai
forum-forum propaganda politik. Meski sangat berminat pada jalannya
kebijakan Jerman, dalam teori ia memisahkan secara jelas perannya
sebagai seorang wartawan.
Sepanjang
hidupnya, Webber adalah seorang nasionalisme, dengan berkeinginan
negerinya mencapai kualitas sebagai Herrenvolk, tetapi pada saat yang
sama ia memperjuangkan kebebasan individual dan dengan
ketidakberpihakan analitis, mengarakterisasi ide-ide nasionalisme dan
rasisme sebagai ideology-ideologi pembenar yang dimanfaatkan kelas
berkuasa dan para wartawan sewaan mereka, untuk memberlakukan
pemaksaanmereka ats warga Negara yang lebih lemah. Ia amat menghargai
perilaku tidak berbelit-belit para pemimpin burh semasakeruntuhn
jerman, tetapi ia menyerang pelatihan doktrinalyang di pakai
orang-orang itu juga untuk menjinakkan massa dan menekoki mereka agar
meyakini “surga” yang bakal terwujud dengan revolusi. Webber
bangga sebagai seorang perwira Prussia, tetapi ia juga menyatakan
secara terbuka bahwa Kaiser, panglimanya, adalah sesuatu yang membuat
semua orang Jerman merasa malu. Seorang perwira prusia dan anggota
perkumpulan duel, tetapi ia tidak keberatan menginap di sebuah hotel
Brussels yang mengibarkan bendera internasional merah. Seorang model
maskulinitas sadar kekaisaran Jerman. Ia mendapat dukungan pejabat
buruh wanita pertama Jerman dan memberikan pidato penting bagi
anggota – anggota gerakan emansipasi wanita permulaan abad dua
puluh.
Dalam
banyak hal, kehidupan dan pemikiran Max Webber adalah ekspresi dari
peristiwa dan concern politik.
No comments:
Post a Comment