Sunday, 12 August 2012

MAX WEBBER


"MAX WEBBER"

Max webber dilahirkan di Erfurt, Thuringia, pada 21 april 1864. Max seorang ahli hukumyang cakap dan penasehat kotapraja, berasal dari keluarga pedagang linen dan produsen tekstil di Jerman bagian barat. Pada tahun 1869, webber pindah ke Berlin yang tidak lama kemudian menjadi ibu kota Reich-nya Bismark yang berkembang. Dikota itu, Webber menjadi politisi cemerlang, aktif berperan dalam pengelolaan kotapraja berlin. Pemerintahan Prusia, dan Reichstag baru. Ia tergabung dalam kubu liberal sayap kanan yang dipimpin bangsawan Hanover, Bennigsen.
Meski secara personal ia tidak religius, dalam kata-katanya “tidak musical secara
riligius” tetapi webber mecurahkan banyak energy keilmuannya untuk menulusuri agama bagi perilaku dan hidup manusia.

Webber merupakan seorang “professor politis” terakhir yang memberikan konstribusi tidak memihak bagi ilmu pengetahuan dan sebagai garda depan intelektual kelas menengah, juga merupakan tokoh politik terkemuka. Meski demikian faktanya, tetapi demi “objektivitas” dan kebebasan para mahasiswanya, Webber menentang “para treitschkes” yang menggunakan gdang kuliah terpisah sebagai forum-forum propaganda politik. Meski sangat berminat pada jalannya kebijakan Jerman, dalam teori ia memisahkan secara jelas perannya sebagai seorang wartawan.

Sepanjang hidupnya, Webber adalah seorang nasionalisme, dengan berkeinginan negerinya mencapai kualitas sebagai Herrenvolk, tetapi pada saat yang sama ia memperjuangkan kebebasan individual dan dengan ketidakberpihakan analitis, mengarakterisasi ide-ide nasionalisme dan rasisme sebagai ideology-ideologi pembenar yang dimanfaatkan kelas berkuasa dan para wartawan sewaan mereka, untuk memberlakukan pemaksaanmereka ats warga Negara yang lebih lemah. Ia amat menghargai perilaku tidak berbelit-belit para pemimpin burh semasakeruntuhn jerman, tetapi ia menyerang pelatihan doktrinalyang di pakai orang-orang itu juga untuk menjinakkan massa dan menekoki mereka agar meyakini “surga” yang bakal terwujud dengan revolusi. Webber bangga sebagai seorang perwira Prussia, tetapi ia juga menyatakan secara terbuka bahwa Kaiser, panglimanya, adalah sesuatu yang membuat semua orang Jerman merasa malu. Seorang perwira prusia dan anggota perkumpulan duel, tetapi ia tidak keberatan menginap di sebuah hotel Brussels yang mengibarkan bendera internasional merah. Seorang model maskulinitas sadar kekaisaran Jerman. Ia mendapat dukungan pejabat buruh wanita pertama Jerman dan memberikan pidato penting bagi anggota – anggota gerakan emansipasi wanita permulaan abad dua puluh.
Dalam banyak hal, kehidupan dan pemikiran Max Webber adalah ekspresi dari peristiwa dan concern politik.

No comments:

Post a Comment