Saturday, 4 August 2012

Kau Yang Jauh Disana

Sayang...
Kulihat
kamu tersenyum lagi
Meski kemarin kamu selalu marah-marah sama aku..
Kini sudah lebih baik. Tak seperti hari kemarin. Saat ini kamu
banyak cerita dan menyapaku dengan lembut. Saat menelfonku.

Sebelumnya aku berpikir,Untuk saat ini tidak menghubungin kamu. Agar kamu bisa tenangin pikiran kamu dan kamu bisa konsentrasi ke kuliah kamu.

Mungkin saat ini,lebih baik aku tidak manggil kamu dengan kata sayang...,Tapi entah knpa aku tidak bisa bertahan seperti ini. Bertahan dalam berpura-pura sebagai teman kamu. Kenapa kamu memintaku seperti ini..!?

Setelh kau jelaskan. Iya. Aku mengerti sekarang. Baiklah, itu maumu, terserah kamu sajalah, asal hubungan ini baik-baik saja. Hehehe

Dan saat ini aku memutuskan untuk menghubungimu. Meskipun lama tapi akhirnya kau menjawab panggilanku. Aku senang mendengar kembali suara kamu.

"Oh, ternyta kamu merindukanku juga.., kita sama.. .

Dan Kembali aku mendengar candamu yang klasik itu, Tawa yang begitu Lepas. Kau masih seperti yang kemarin. Begitu polos. Mendengarkan suara kamu di telfon. Mendengarkanmu sedang bercerita. Tentang Rindu dan Kesetiaan. Aku terdiam lalu berpikir, trnyata kamu setia.. hehee


Sayangku...
Andaikan
Saja tak ada jarak diantara kita. Andai saja aku disana...
Atau kamu disini bersamaku... Andaikan saja senyum itu didepanku, andai saja aku bisa meluk kamu saat ini..

Kalo seprti itu semua. gak akan ada Rindu dan kesetiaan.., sayang !?, Suara itu seolah kecewa dngan kata2ku..

Iya. Sayang.. aku ngerti. Karena semua itulah yang membuat kita seperti sekrng ini. Aku bersyukur kau masih menjadi kekasihku.

Tapi...
Andaikan saja kamu baca tulisanku ini
Aku ingin kau tau.. kalo aku
Aku sayang kamu...Aku sangat Merindukanmu...Yang Jauh Disana.

(Arief,4Agst2012)

No comments:

Post a Comment