Monday, 31 December 2012

"Kegaduhan Hati Menyambut Tahun 2013"


Introspeksi Menyambut Tahun 2013

Aku tak bermaksud menjadi sok bijak di mata kalian, aku juga sadar bahwa aku ini punya banyak dan banyak sekali kesalahan yang sudah aku perbuat selama ini…

Aku juga tidak bermaksud menasehati sahabat-sahabat, tapi marilah kita bersama-sama untuk introspeksi diri kita .

Waktumu begitu  berharga.
Janganlah kita habiskan pada orang yg tak pernah menghargainya, karena kita tak akan pernah mendapatkannya kembali. Maka dari itu kita perlu untuk Introspeksi diri. Agar kita bisa mengingat kesalahan yang sudah kita perbuat di masa lalu.

Menyambut tahun 2013 Nanti.
Semoga di tahun yang akan datang kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, seseorang yang lebih

Monday, 24 December 2012

Happy Mother's Day


Sebenarnya udah mau posting ini kemarin2, pas hari ibu, tapi sibuk terus,, makanya postingaanya baru sekarang,, semoga berkenang membacanya


IBU

IBU sosok yang begitu bijaksana dan isitmewa dalam hatiku. Ibu yang melahirkan aku kedunia ini dengan penuh pernjuangan. Kasih saying dan dialah wanita yang sangat kusayangi. Dialah yang pertama mengajarkanku tentang cinta. Aku bangga punya sosok ibu seperti beliau

Ibu.

Saturday, 22 December 2012

Itulah FACEBOOK


Ada yang baru nii di fesbuk... alias Facebook, salah satunya Pintasan Privasi, dan Melihat Tinjauan Tahun 2012 Anda.

Dengan adanya Pintasan Privasi ini, kita dengan mudah dapat mengatur atau mem-privasi akun kita, seperti diantaranya, Siapa saja yang dapat melihat kiriman kita, siapa yang menandai kita pada kiriman teman di facebook dan juga dapat membatasi kiriman dari teman kita di facebook. Mungkin ini sudah lama ada dan sudah kita ketahui, tetapi tampilannya itu loh, makin simple aja. kalo punya aku kayak gini,, #IntipYoo

Monday, 17 December 2012

Untuk Sahabat


Untuk Sahabat
Untuk tulisan ini, di ambil dari catatan saya di facebook, bukan karena malas, tapi mau masukin catatan ini saja ke blog, jadi maaf kalau malam ini cuman mempersembahkan sedikit catatan Untuk Sahabat ini hanya menyalin dari catatan dari facebook saya, semoga sahabat-sahabat berkenang untuk membacanya. 
 
Ketika menemukan yang sudah kau yakini, tetaplah bertahan, ketika seseorang yang ingin kau lupakan datang kembali, itu artinya kesetiaanmu mulai di uji oleh Tuhan, jangan membuat  orang yang menyayangimu

Saturday, 8 December 2012

Pengorbanan Seorang Guru


"Pengorbanan Seorang Guru"

Selain ibu kandung kita, sosok ibu yang berarti dan begitu berjasa dalam hidup kita adalah Guru.

Perjuangan seorang guru tidak dapat dinilai dengan apapun karena guru merupakan seseorang yang sangat berjasa kepada kita...
Begitu besar pengorbanan seorang guru, dalam mendidik kita,

Friday, 7 December 2012

Ingatkah Pengorbanan IBU...?!

Aku disini karena restu dari orang tua. Apapun itu dan segalanya aku masih bergantung pada orang tua. Mereka di rumah memendam rasa rindu kepadaku,, ya aku tahu, meskipun kadang mengabaikannya. Tapi, apa kalian juga rindu dengan mereka..?!


Di setiap waktu, ayah dan ibu selalu berdoa agar kita diberikan keselamatan, selalu di berikan kesehatan walau kadang mereka sendiri tidak begitu memikirkan kesehatan mereka sendiri,, Apa kalian juga lakukan hal itu??


"Apa kalian mendoakan mereka?",


Dan kita sebagai

Wednesday, 5 December 2012

"Walau Hati Perih"

Kadang kita selalu menutupi air mata dengan senyuman,

Harus beratahan karena hati yang mencintai,

Harus rela walau hati perih,

Harus diam walau bibir ingin berbicara,



Kadang juga hati ini terasa perih,

Ketika orang yang kita cintai tak pernah menilai kesetiaan kita,

Tapi jiwa selalu berusaha untuk tetap kuat dan menerima dengan lapang,

Karena itulah kenyataannya... hati tak pernah salah,

Hati tak pernah berbohong, hati juga ngak pernah mengeluh

Karena hati selalu...

Berkorban,

walau kadang hati juga harus terluka demi orang yang di cintai. (Desember,2012)

Tuesday, 4 December 2012

Ibu... Tetap Tegar yaa?!


Ibu... tetap tegar yaa!!

Ibu Tetap Tegar yaa..Ibu mengadu padaku tentang sikap ayah yang terlalu keras pada pendiriannya yang salah,dan sudah tidak peduli lagi dengan keadaan keluarganya. Ibu seperti anak kecil yang mengadu dengan isak tangis yang membuatku terharu, sama seperti aku saat masih kecil dulu, ketika teman-teman mengejekku dan meninggalkanku, lalu aku menceritakannya kepada ibu, bahaw mereka jahat kepadaku.”
 
Kini ibu sama sama sperti seorang anak kecil yang tidak punya teman selain aku. Aku sebagai tempat dimana curahan kesedihannya, dia membutuhkanku, ibuku yang begitu tegar meski lelah dalam kerapuhannya di usia tua, karena ibu ingin melihat kami anaknya menjadi seorang yang sukses di hari tua nanti.

nak, ibu tidak tahan lagi dengan sikap ayahmu”, tutur ibu ketika menelfonku malam itu.

Memangnya ayah kenapa lagi bu?”, tanyaku yang tak tahu menahu masalah yang terjadi.

Ayahmu masih saja mengulang kebiasaannya yang dulu, masih bermain judi dan ayahmu juga sudah tidak ingin kerja lagi untuk kebutuhan keluarga, termasuk membiayai kebutuhan kamu nak, karena ibu sekarang sudah penghasilan berjualan di kantin”, ibu menjelaskan semuanya, terdengar isak tangis dari telfon. Ibu menangis lagi.

Harus sabar bu”, ku coba menenangkan ibu yang tak bias menahan kesedihannya.

Tapi karena ibu semakin tak tahan dengan perlakuan ayah, lalu ibu ingin tinggal disini bersamaku,

kalau ibu punya modal jualan yang lebih, ibu ingin tinggal bersamamu disitu dan bukan usaha di tempatmu”, kata ibu.

Masih kudengar suara isak tangis ibu dari telfon, dia memang tidak bias lagi menyembunyikannya dariku, kesedihan, dan air mata.

Tapi kalau ibu kesini, nanti terjadi kesalahpahaman antara ayah dan ibu, jadi sebaiknya ibu tetaplah tinggal disitu bersama ayah”, coba melarang ibu agar tidak melanjutkan niatnya .

Setelah mendengar penjelasan itu, ibu menurunkan nada suaranya yang sebelumnya seakan ingin memborontak dan marah , ibu kemudian mengurungkan niatnya, ibu akan berusaha lagi untuk tetap mengerti keadaan ayah, ibu mengatakan itu padaku;

iya, ibu akan tinggal disini, tidak akan meninggalkan ayahmu, tapi kalau nanti ayahmu tetap tidak mau merubah kelakuannya yang ibu tidak sukai, nanti ibu akan meninggalkannya”, ibu masih saja tetap keras, tapi berusaha untuk bertahan dengan keadaan seperti itu.

Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, untuk menepis amarah ibu karena sikap ayahku, aku hanya mengikuti alur cerita ibu saja, dan berusaha sebisaku untuk tidak bertindak tanpa berpikir panjang. Untunglah saat itu ibu masih mau mendengarkan saranku, semoga ayah dan ibu disana tetap akur dan tidak bertengkar lagi.

Maafkan anakmu ini ibu, semua salahku, karena aku yang sperti ini, kalian harus saling salah paham. Aku sadar, kini aku, anak yang berdosa kepada orang tuanya, maafkan anakmu ibu... .
Ibu tetap tegar ya...!!. (Desember,2012).

Main Kelereng (a'baguli)

Main Kelereng (a'baguli)
HoooLaaa BerooO... masih ingat ngak dengan permainan waktu kecil kita??

Diantaranya permainan Kelereng atau Baguli' (bahasa selayar), yang berbentuk bulat kecil terbuat dari kaca, ukurannya macam-macam, ada yang kecil, ada juga yang sebesar jambu, warna dan coraknya macam-macam, dan populer saat aku masih anak-anak, ingat kan?,

permainan ini sangat diminati anak-anak di era90-an, karena pada saat itu kita