Tuesday, 4 December 2012

Main Kelereng (a'baguli)

Main Kelereng (a'baguli)
HoooLaaa BerooO... masih ingat ngak dengan permainan waktu kecil kita??

Diantaranya permainan Kelereng atau Baguli' (bahasa selayar), yang berbentuk bulat kecil terbuat dari kaca, ukurannya macam-macam, ada yang kecil, ada juga yang sebesar jambu, warna dan coraknya macam-macam, dan populer saat aku masih anak-anak, ingat kan?,

permainan ini sangat diminati anak-anak di era90-an, karena pada saat itu kita
belum mengenal Internet, belum punya Facebook,twitter,Google Plus, dan blog, dan contoh terkecil yang menggeser permainan ini adalah adanya Playstation, jadinya anak-anak seusia kita dlu saat ini, sudah jarang ada yang main kelereng dan bahkan sudah tidak ada. (mungkin sudah punah). 
Jadi setiap pulang sekolah,sehabis istirahat di rumah, kita memanggil beberapa teman untuk main kelereng (a' Baguli'). karena ngak asik juga kalau kita mainnya sendirian.

Dalam permainan kelereng ini, membutuhkan kesepakatan diantara para pemain, karena dengan kesepakatan maka kita baru bisa bermain, ya kalau tidak terpaksa main sendiri, kalau tidak setuju dengan kesepakatan itu, kamu hanya akan jadi penonton saja, tidak ada yang seru kalau hanya nonton dan tidak ada tantangannya juga. Sebagai pelajaran dalam permainan ini yang bisa kita ambil , terciptanya rasa saling menghargai orang lain dan perlunya toleransi.

Aku sangat menyukai permainan kelereng ini, karena menurutku ini permainan yang mengesikkan, tak pernah lelah untuk terus bermain, meskipun mainnya dari siang sampai adzan maghrib, dan terkadang Ibu yang datang memanggilku untuk pulang baru aku mau berhenti main kelereng atau baguli' (bahasa Selayar) dengan teman-temanku.

Karena aku tahu dalam bermain kelereng berarti ada sesuatu yang harus aku pertaruhkan dan aku perjuangkan untuk nanatinya aku menjadi pemenang dalam permainan kelereng. Agar aku bisa menang,maka aku sering latihan di kolom rumah sendirian (bukan bersemedi bro). Dan kenapa harus latihan??, karena untuk menjadi pemenang dalam permainan kelereng atau baguli' (bahasa Selayar), aku harus mempelajari trik dan situasi permainan.

Permainan kelereng yang sering di mainkan, kami beri nama poccis, yaitu menggambat segitiga sama kaki atau segi empat di atas tanah, setelah itu masing-masing pemain menaruh kelereng mereka di atas gambar pas di garisnya, (bukan di tengah gambarnya, itu salah), kelereng yang disimpan di atas garis yang tadi itu namanya pattannang atau yang di pertaruhkan, dan banyaknya kelereng yang disimpan tergantung dari kesepakatan para pemain, tapi biasanya hanya satu buah kelereng saja untuk satu orang pemain, dan kalau garis yang di buat itu adalah segitiga, maka orang yang bermain minimal tiga orang, maksimalnya enam orang, setelah kelereng yang di pertaruhkan sudah di simpan di atas garis atau gambar, maka, permainan akan di lanjutkan dengan melempar satu buah kelereng yang ada di tangan, kami sebut itu “pangamba’” (bahasa selayar), atau yang akan di gunakan untuk menembak kelereng yang ada pada gambar dan kelereng lawan yang juga di gunakan untuk menembak nanatinya.

Kemudian para pemain bersiap-siap melempar dari jarak satu atau dua meter dari gambar, dan berusaha mengenai salah satu kelereng taruhan yang ada pada gambar tadi, dan siapa yang lebih dulu kelerengnya mengena kelereng taruhan yang ada pada gambar, maka dia yang lebih dulu untuk menembak kelereng taruhan dan juga kelereng lawan, tapi jika kelereng yang di lempar tersebut masuk ke dalam garis maka pemain akan di beri sanksi untuk tidak bermain, kami biasa sebut itu “mati”, dan harus menunggu sampai permainan usai, tapi masih bisa ikut untuk permainan berikutnya.

Selanjutnya, para pemain akan bergiliran menembak taruhan dan juga kelereng lawan, untuk mengetahui siapa urutan selanjutnya setelah pemain pertama , maka salah seorang di antara mereka akan mengukur jarak kelereng dari gaaris, kelereng yang lebih dekat dari garis atau gambar maka dialah yang selanjutnya menembak.

Dan setelah kelereng taruhan sudah habis, maka pemain akan berusaha menembak kelereng lawan.

Peraturan atau kesepakaatan dari permainan ini. Jika pemain mendapat satu buah kelereng taruhan maka dia akan membayar atau memberi dua buah kelereng miliknya kepada pemain yang menembak kelereng miliknya, tapi harus mengena kelereng tersebut, dan kalau meleset maka tidak akan membayar atau memberikan kelereng kepada pemain yang menembak, kalau pemain dapat 6 kelereng dari gambar atau kelereng yang di pertaruhkan maka dia akan memberi 7 buah kelereng kepada pemain yang menebak kelerengnya dan kena, dan begitu seterusnya sampai permainan usai, (yang pernah main pasti mengerti).

Taktik permainan. Pemain akan berusaha untuk mematikan lawan dengan menyimpan kelerengnya di tempat yang tersembunyi atau searah dengan kelereng yang akan membidik atau attajang (bahasa Selayar). Agar nanatinya bisa menambak kelereng lawan dari dekat.

Setelah semua kelereng taruhan dan kelereng lawan habis di tembak atau di bidik , maka sudah di temukan pemenangnya dan selesailah permainan.

Selanjutnya, permainan akan di lanjutkan dengan permainan baru, sampai akhirnya ada diantara pemain yang mengaku kalah karena kelerengnya habis untuk di pertaruhkan, Tapi karena kita yang sudah terlanjur menikmati permainan tersebut, mungkin juga karena percaya diri yang tinggi kalau nantinya akan menang, pemain akan berutang kelereng pada pemain lain, tapi ada juga pemain yang menjual kelerengnya, sebagai tambahan uang jajan,

Nah, sperti itulah sedikit cerita permainan kelereng di kampung halamanku, bukan hanya permainan “poccis” atau mengambbar segitiga dan segi empat, tetapi ada yang kami sebut permainan kelereng “LAS”, sebenarnya itu bukan singkatan, karena tidak ada juga kepanjangan dari kata itu, itu lah nama permainannya, ada juga “baguli’ balo” (bahasa selayar) atau permainan kelereng dengan memasukkan kelereng pada lubang yang telah di buat sebelumnya, dengan menghitung poin setiap kali kelereng berhasil masuk ke lubang dan juga berhasil membidik kelereng lawan. Tapi aku tidak bercerita untuk semua jenis permainan kelereng itu di sini, mungkin untuk cerita selnjutnya aku akan menceritakannya buat kalian, karena pada cerita kita kali ini untuk memperkenalkan permainan kelereng dari kampungku, dengan sedikit istilah permainan dengan bahasa daerah. Sekian berroOO.
(Desember,2012).

No comments:

Post a Comment