Tuesday, 4 December 2012

Ibu... Tetap Tegar yaa?!


Ibu... tetap tegar yaa!!

Ibu Tetap Tegar yaa..Ibu mengadu padaku tentang sikap ayah yang terlalu keras pada pendiriannya yang salah,dan sudah tidak peduli lagi dengan keadaan keluarganya. Ibu seperti anak kecil yang mengadu dengan isak tangis yang membuatku terharu, sama seperti aku saat masih kecil dulu, ketika teman-teman mengejekku dan meninggalkanku, lalu aku menceritakannya kepada ibu, bahaw mereka jahat kepadaku.”
 
Kini ibu sama sama sperti seorang anak kecil yang tidak punya teman selain aku. Aku sebagai tempat dimana curahan kesedihannya, dia membutuhkanku, ibuku yang begitu tegar meski lelah dalam kerapuhannya di usia tua, karena ibu ingin melihat kami anaknya menjadi seorang yang sukses di hari tua nanti.

nak, ibu tidak tahan lagi dengan sikap ayahmu”, tutur ibu ketika menelfonku malam itu.

Memangnya ayah kenapa lagi bu?”, tanyaku yang tak tahu menahu masalah yang terjadi.

Ayahmu masih saja mengulang kebiasaannya yang dulu, masih bermain judi dan ayahmu juga sudah tidak ingin kerja lagi untuk kebutuhan keluarga, termasuk membiayai kebutuhan kamu nak, karena ibu sekarang sudah penghasilan berjualan di kantin”, ibu menjelaskan semuanya, terdengar isak tangis dari telfon. Ibu menangis lagi.

Harus sabar bu”, ku coba menenangkan ibu yang tak bias menahan kesedihannya.

Tapi karena ibu semakin tak tahan dengan perlakuan ayah, lalu ibu ingin tinggal disini bersamaku,

kalau ibu punya modal jualan yang lebih, ibu ingin tinggal bersamamu disitu dan bukan usaha di tempatmu”, kata ibu.

Masih kudengar suara isak tangis ibu dari telfon, dia memang tidak bias lagi menyembunyikannya dariku, kesedihan, dan air mata.

Tapi kalau ibu kesini, nanti terjadi kesalahpahaman antara ayah dan ibu, jadi sebaiknya ibu tetaplah tinggal disitu bersama ayah”, coba melarang ibu agar tidak melanjutkan niatnya .

Setelah mendengar penjelasan itu, ibu menurunkan nada suaranya yang sebelumnya seakan ingin memborontak dan marah , ibu kemudian mengurungkan niatnya, ibu akan berusaha lagi untuk tetap mengerti keadaan ayah, ibu mengatakan itu padaku;

iya, ibu akan tinggal disini, tidak akan meninggalkan ayahmu, tapi kalau nanti ayahmu tetap tidak mau merubah kelakuannya yang ibu tidak sukai, nanti ibu akan meninggalkannya”, ibu masih saja tetap keras, tapi berusaha untuk bertahan dengan keadaan seperti itu.

Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, untuk menepis amarah ibu karena sikap ayahku, aku hanya mengikuti alur cerita ibu saja, dan berusaha sebisaku untuk tidak bertindak tanpa berpikir panjang. Untunglah saat itu ibu masih mau mendengarkan saranku, semoga ayah dan ibu disana tetap akur dan tidak bertengkar lagi.

Maafkan anakmu ini ibu, semua salahku, karena aku yang sperti ini, kalian harus saling salah paham. Aku sadar, kini aku, anak yang berdosa kepada orang tuanya, maafkan anakmu ibu... .
Ibu tetap tegar ya...!!. (Desember,2012).

No comments:

Post a Comment