Friday, 30 November 2012

Terzalimi di Malam Akhir Bulan


Menjadi seorang mahasiswa, apalagi merantau, memang bukan hal biasa. Kita akan tinggl di temapat dan lingkungan yang baru, bersama dengan orng2 yang baru kita kenal. Sebagai seorang mahasiswa yang merantau itu, harus bisa bertahan hidup. Kayak di medan perang gitu, kalo persiapan udah habis , bekal untuk makan sudah ngak ada, mau apa lagi, harus ngutang sama teman, kalau teman tidak punya uang juga, harus ke penjual ngutang untuk kebutuhan satu malam, buat bisa hidup aja. Kasihan perut yang kososng, biar ngantuk tapi tetap tidak bisa tidur gara-gara perut keroncongan. Inilah tragedi di malam akhir bulan.
Kenapa harus terzalimi di malam akhir bulan?. Karena pas juga malam akhir bulan novenber, terus uang juga sudah ngak ada, dompet pun kosong. Nasib emang nasib, beginilah mahasiswa di perantauan.

Ngutang di penjual. Setelah beberapa menit nyepi di teras rumah, dan mondar-mandir berkali-kali, perasaan ragu bercampur malu dengan kemaluan mungkin akan malu-maluin diri sendiri, tapi daripada harus mati kelaparan malam ini, terpaksa harus ngutang di penjual. Kasihan perut mengeluarkan nada-nada aneh, tapi setelah masukin obat penenang yang manjur bin ajaib, akhirnya tenang juga, tidak lagi menggeliat dan bunyi. Tapi karena tidak mau ngutang banyak, takut ngak bisa bayar, nnti di bawa mati gara-gara kelaparan, jadinya hanya ngutang kacang, karena kebetulan teman masak nasi, terus teh gelas dan roti untuk pencuci mulut, agar perut terasa nyaman, tidak mengeluarkan nada aneh.

Hanya bertahan beberapa menit. Bayangin saja kalau cuman makan kacang sama nasi, palingan cuman beberapa menit efek kenyangnya, selanjutnya siap menerima resiko kelaparan berkelanjutan. Sangat Tragis derita anak perantau, hanya menunggu waktu semoga saja masih bisa melihat Matahari pagi. :'(

Memang ini hal memalukan. Bahkan rokok sebatang pun harus minta sama teman, tapi kalau teman yang tidak mengerti keadaan kita, dia hanya cuek saja, beda dengan mereka yang pengertian. Meminta, meminta dan meminta, karena tidak mau meminta sama teman, akhirnya ngutang di penjual. Malu memang malu, tapi inilah cara bertahan hidup sampai esok pagi. Sungguh hina dan begitu terzalimi di malam akhir bulan november. (November,2012)

No comments:

Post a Comment