Kenapa
harus terzalimi di malam akhir bulan?. Karena pas juga malam akhir
bulan novenber, terus uang juga sudah ngak ada, dompet pun kosong.
Nasib emang nasib, beginilah mahasiswa di perantauan.
Ngutang
di penjual. Setelah beberapa menit nyepi di teras rumah, dan
mondar-mandir berkali-kali, perasaan ragu bercampur malu dengan
kemaluan mungkin akan malu-maluin diri sendiri, tapi daripada harus
mati kelaparan malam ini, terpaksa harus ngutang di penjual. Kasihan
perut mengeluarkan nada-nada aneh, tapi setelah masukin obat penenang
yang manjur bin ajaib, akhirnya tenang juga, tidak lagi menggeliat
dan bunyi. Tapi karena tidak mau ngutang banyak, takut ngak bisa
bayar, nnti di bawa mati gara-gara kelaparan, jadinya hanya ngutang
kacang, karena kebetulan teman masak nasi, terus teh gelas dan roti
untuk pencuci mulut, agar perut terasa nyaman, tidak mengeluarkan
nada aneh.
Hanya
bertahan beberapa menit. Bayangin saja kalau cuman makan kacang sama
nasi, palingan cuman beberapa menit efek kenyangnya, selanjutnya siap
menerima resiko kelaparan berkelanjutan. Sangat Tragis derita anak
perantau, hanya menunggu waktu semoga saja masih bisa melihat
Matahari pagi. :'(
Memang
ini hal memalukan. Bahkan rokok sebatang pun harus minta sama teman,
tapi kalau teman yang tidak mengerti keadaan kita, dia hanya cuek
saja, beda dengan mereka yang pengertian. Meminta, meminta dan
meminta, karena tidak mau meminta sama teman, akhirnya ngutang di
penjual. Malu memang malu, tapi inilah cara bertahan hidup sampai
esok pagi. Sungguh hina dan begitu terzalimi di malam akhir bulan
november. (November,2012)
No comments:
Post a Comment