malam minggu.
Malam ini aku sempatkan
untuk menelfonnya, karena
untuk bertemu malam ini
belum bisa. Ya, sebenarnya
bukan karena dia tidak
mau, tetapi saat ini
dia masih tinggal dirumah
keluarganya. Bagiku itu
bukan masalah untuk
menjalin hubungan pacaran
dengan dia. Banyak jalan
menuju Roma, banyak cara
untuk menjalani kisahku
dengan dia. Itu pepatah
sederhana untuk
kisah ini.
kisah ini.
hp yang sudah
ditanganku, coba untuk
menghubungi nomornya. Dia
menerima panggilanku.
"halo, kamu
lagi ngapain?", tanyaku
(Telfon).
"aku baru
saja selesai makan",katanya.
"Sekarang
sudah tidak sibuk lagi
kan?",(basa-basi).
"Ia, sekarang
sudah dikamar, kamu sendiri
lagi ngapain?",
"Aku lagi
nelfon kamu",jawabku.
beberapa saat
kemudian, aku menanyakan
hal yang sudah lama
aku pikirkan saat aku
kerumahnya. Pipi yang
memmbuatku gemes ingin
menyentuh dan mencubitnya,
tapi aku sendiri tidak
tahu kenapa sampai berfikir
seperti itu setelah
melihatnya. Aku merasa aneh
sendiri.
"Aku mau
mengatakan sessuatu sama
kamu, dan mungkin ini
termasuk permintaan juga".
Kataku.
"apa itu?",
(tanya seolah penasaran)
"aku mau
menyentuh pipi kamu dan
mencubitnya nanti kalau
kita bertemu, bisa kan?"
tanyaku (sambil bercanda
dengannnya)
"kok kamu
mau cubit, tidak boleh.
Ini mahal, karena aku
merawatnya", (bercanda).
"Oh, terus
kalau aku beli dengan
1 cinta dan kasih
sayang yang aku punya
bisa ngak?"
"Kalau kamu
mau, bisa kok, tapi
ada watu yang tepat".
Ada waktu yang
tepat. Kata itu sering
sekali muncul setiap kami
ngobrol di telfon. Entah
kapan akupun tak tahu
itu. Biarlah aku jalani
ini untuk memmbuatnya
percaya denganku. Aku tak
ingin mengecewakannya, karena
dia sudah begitu baik
dan aku menemukan sesuatu
yang berbeda dari dirinya.
Malam mingguan di telfon.
Masih saja seperti ini.
Tapi aku yakin akan
ada waktu yang tepat
dan suasana yang berbeda
untuk selanjutnya. Malam
yang penuh dengan
keceriaan, canda tawa yang
khasnya, membuat malam
minggu ini indah.
@arief.philein // Kau
& Aku Di Kota ini
No comments:
Post a Comment