Aku
berharap bisa bertemu
denganmu karena aku rindu.
"Apa kau
tahu itu??".
Jika saja tidak
hujan, mungkin kita bisa
bercanda ria semperti
saat-saat sebelumnya di
cafe ini. duduk
berd
ampingan, begitu serasi. Tapi semua itu sudah tak mungkin lagi karena hujan tak kunjung redah. Hanya ada pesan singkat, kau mengatakan takkan datang karena hujan. Aku paham dengan hal itu. Andai tak hujan kau bisa ku lihat lagi... melihat senyum yang tulus itu. rindu dengan sifat jutekmu yang kadang membuatku jengkel tapi itu juga yang membuatku senang dan rindu . Aku mengerti kalau kamu memang seperti itu. Tak mungkin juga aku memintamu untuk tidak jutek lagi.
ampingan, begitu serasi. Tapi semua itu sudah tak mungkin lagi karena hujan tak kunjung redah. Hanya ada pesan singkat, kau mengatakan takkan datang karena hujan. Aku paham dengan hal itu. Andai tak hujan kau bisa ku lihat lagi... melihat senyum yang tulus itu. rindu dengan sifat jutekmu yang kadang membuatku jengkel tapi itu juga yang membuatku senang dan rindu . Aku mengerti kalau kamu memang seperti itu. Tak mungkin juga aku memintamu untuk tidak jutek lagi.
"Apa kau
juga merindukan aku..?".
Aku bukannya
ragu dengan kamu, hanya
saja aku tak ingin
jika semua itu hanya
kepura-puraan saja untuk
membuuatku senang.
Kemarin kita
tak bisa bertemu karena
hujan. Tapi aku masih
berharap kita bertemu esok.
Aku rindu padamu. begitu
lucu jika mendengar ucapan
rindu itu, harus bagamana
lagi jika memang aku
merasakan hal itu dan
ingin mengatakannya.
"Apa
kamu... malu ??".
Mungkin esok
hari. Aku masih berharap
ada pesan singkat darimu
dan mengatakan kalau kamu
masih ingin bertemu
denganku besok. Aku sungguh
begitu senang jika bisa
melihatmu lagi.
(arief://InsomniLagi_20April2012)
@fakhrul.arief
// Kau & Aku
Di Kota ini
***
No comments:
Post a Comment