sore ini masih begitu panas tanpa ada rintik hujan yang membasahi. Aku tau ini bukan sore yang cengeng seperti hari kemarin. Nongkrong di warkop, ditemani secangkir es kapucino sambil menatap monitor di depanku.
tiba2 saja aku teringat
dengan dia. mengambil hp di tas lalu meng-aktif-kannya. Kamu menerima panggilanku. aku mulai pembicaraan. menanyakan keberadaannya. "Kamu lagi dimana sekarang?", tanyaku. "Emang kenapa", jawabnya. Tanpa menghiraukan itu, aku mencoba menebak ransel yang dibawanya saat itu. "Kamu pakai ransel warna coklat kan?". "ia, kok kamu tahu, pasti kamu lagi di warkop?". tegasnya. Aku bilang saja "ia, aku di warkop sekarang, apa kamu bisa kesini (warkop) sekarang, aku ingin bertemu denganmu". Lalu dia menolaknya,
"Tidak usah, aku sudah mau pulang, Omku ada disini. dekat mobil merah itu. Dia mau menjemputku".
Lalu aku meminta untuk menungguku di sana (di depan kampusnya), tetapi masih saja tidak mau. Sudah pasti aku sudah kecewa dengan kata-katanya itu yang sudah menolak untuk bertemu dengan aku. Padahal kami ini jarang sekali bertemu. Hanya untuk bertemu beberapa detik saja dia tidak mau. Aku terus saja seolah memaksa untuk bertemu dengannya, dan dia masih saja tidak mau untuk bertemu. "Ya sudahlah kalau kamu tidak mau bertemu", kataku (lewat telfon). Dan menutup telfon dengan hati yang kesal. Hp yang masih aku genggam, aku non-aktif-kan, memasukkannya ke ransel. Sampai menulis catatan ini aku masih merasa kesal. Kenapa Hanya untuk bertemu beberapa detik saja Kamu tidak bisa? Kamu harus tahu, Aku merindukanmu.
(Kamis. 15 Maret 2012)
@arief.philein // Kau & Aku Di Kota ini
(Kamis. 15 Maret 2012)
@arief.philein // Kau & Aku Di Kota ini
***
No comments:
Post a Comment