Thursday, 11 October 2012

"Sahabat atau Raja...!?"


Sahabat atau Raja...??!”


"Katanya sahabat itu selalu ada saat kita membutuhkannya, iya kan??".

Sahabat adalah seorang yang terbaik, yang slalu kita sanjung, selalu saja yang baik-baik itu di tujukan kepadanya.

   Sahabat itu seharusnya mengerti keadaan sahabatnya sendiri, bukan malah menghindar saat sahabatnya sedang butuh bantuan, apalagi tidak ingin memandangnya, apa itu masih kita anggap sahabat?.

   Bukan karena aku
mengemis meminta bantuan dari seorang sahabat, tapi karena aku tahu dia bisa untuk membantu.

   Kenapa sampai saya harus pakai judul ini, Sahabat atau Raja, karena dalam kehidupanku aku sempat menemukan seseorang yang sudah begitu aku kenal, kata orang mungkin ini bisa di sebut sahabat, tapi entah kenapa si sahabat ini hanya menjadi pesuruh dan tidak ingin membantu sahabatnya yang membutuhkan.

   Apa dlam persahabatan ada yang namanya pembedaan derajat atau jabatan, gak ada kan?, apa persahabatan itu memandang materi?, jadi kalau sahabatnya itu miskin, sahabat yang kaya itu akan menindas sahabat yang miskin, apa ini kisah seorang sahabaat yang tertidas?

    Mungkin sahabt aku ini tergolong orang yang pemalas atau serang penghianat, trus shabat itu apa dan sahabat macam apa dia jika seperti itu?

   Memang inilah mungkin nasib seorang sahabat yang miskin, sedangkan dia orang kaya, pantas saja si miskin tertindas. pantas saja dia tidak ingin membantu, mungkin dia akan berpikir kalau dia akan di perbudak, bodoh!!

    Kalau dapat orang seperti ini, mending gak ush deh menganggap dia sahabat kita, karena orang - orang seprti mereka itu tidak pantas dan tidak harus ada bersama kita, mending tidka usah bertemu kita ,supaya kita tidak pernah kenal dengan orang itu. Untuk apa juga kalau seorang sahabat hanya memanfaatkan sahabatnya sendiri, untuk apa orang seperti itu kalau menindas kita secara perlahan.

   Sahabat Menjadi Raja. Kenapa aku katakan sebagai seorang raja??, karena manusia yang seperti itu memanfaatkan sahabatnya untuk menguntungkan diri sendiri. kadang kita tidak menyadarinya, dan bahkan kita tidak peduli dan tidak terpikirkan sebelumnya.

     Ketika mereka meminta kita atau menyuruh (Nyesek) kita. Mungkin meminta kita untuk ke kios membeli, menjemputnya (mengantarnya), menyediakannya makanan, padahal mereka sendiri bisa melakukan itu. Dan coba kalian pikir, saat kalian memintanya seperti itu, kalian akan menyadarinya saat dia mulai mengeluh, memberikan alasan dengan kata "nanti", mencari kesibukan lain agar dia terlihat sibuk, pergi tidur (padahal hanya alasannya saja), meminta yang lain untuk membantu kita, tetap saja dia punya alasan yang super jika mereka itu seorang sahabat yang ingin menjadi Raja, dan itu bukanlah kategori seorang sahabat.

    Tapi mungkin ini hanyalah cerita dari kisah seorang sahabat yang aku temui dalam kehidupan sehari-hari aku, inilah gambaran dari sahabat-sahabatku yang hanya menjadi seorang raja dalam Tahta persahabatan, ini juga yang menggambarkan karekter dari orang-orang disekitarku, Seorang sahabat yang memanfaatkan sahabatnya sendiri tanpa belas kasih, menjadikan sahabatnya itu sebagai budak-budak mereka, dan mereka di kuasai "Ego" yang membuat mereka menjadi orang yang semena-mena. Masih mereka menjadi sahabat kita?? mending mereka itu jadi lalat, yang tidak usah di butuhkan, saat kita dalam masalah.

Untuk Sahabtku. kenapa kalian masih belum menyadari, yang selalu ada saat kalian butuh, itu aku!!? , aku yang berusaha selalu bisa selalu siap dan selalu ada saat kau butuhkan bantuannnku. Sahabatku, bukannya aku mengingatkan tentang apa yang sudah aku lakukan, bukan karena ingin meminta balasan dari semua itu, tapi hanya ingin agar kau mengerti keadaan sahabatmu ini.

     Bukannya Balas Budi. Aku tak mengharapkan itu, tapi coba saja kalian (sahabat) pikir kalau kalian berada di posisi seperti aku saat ini, dan aku menjadi seperti kau, bukannnya meminta balas budimu, aku hanya sekedar mengingatkan agar kau tahu;

"karena sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain".

    Jangan pernah merasa puas dan egois terhadap sesamamu karena yang kau miliki (karena kau lebih dari mereka) pada saat itu tidak akan selamanya kau miliki, diatas langit masih ada langit, tidak ada namanya Raja dan budak dalam persahabatan, Bumi sendiri berputar, seiring kehidupan ini, dimana kita kadang ada di atas dan kadang kita di bawah, mungkin kau pernah membutuhkanku, dan akupun suatu saat nanti akan membutuhkanmu.

    Semoga dengan sedikit dari cerita aku tentang "Sahabat atau Raja" ini bisa menjadi renungan dan pelajaran untuk kita, bahwa ketika kita mempunyai seorang kawan atau sahabat, janganlah kita menjadi manusia yang Egois. Berusahalah sebisa yang kita mampu ketika sahabat membutuhkan kita, janganlah menghindari sahabat yang membutuhkanmu, apalagi harus mencari alasan yangtidak etis.
Salam Sahabat Bloger.
arief,Okt2012

No comments:

Post a Comment