“Sahabat
atau Raja...??!”
"Katanya sahabat itu selalu ada saat kita
membutuhkannya, iya kan??".
Sahabat adalah seorang yang terbaik, yang
slalu kita sanjung, selalu saja yang baik-baik itu di tujukan
kepadanya.
Sahabat itu seharusnya mengerti keadaan
sahabatnya sendiri, bukan malah menghindar saat sahabatnya sedang
butuh bantuan, apalagi tidak ingin memandangnya, apa itu masih kita
anggap sahabat?.
Bukan karena aku
mengemis meminta bantuan dari
seorang sahabat, tapi karena aku tahu dia bisa untuk membantu.
Kenapa sampai saya harus pakai judul ini,
Sahabat atau Raja, karena dalam kehidupanku aku sempat menemukan
seseorang yang sudah begitu aku kenal, kata orang mungkin ini bisa di
sebut sahabat, tapi entah kenapa si sahabat ini hanya menjadi pesuruh
dan tidak ingin membantu sahabatnya yang membutuhkan.
Apa dlam persahabatan ada yang namanya
pembedaan derajat atau jabatan, gak ada kan?, apa persahabatan itu
memandang materi?, jadi kalau sahabatnya itu miskin, sahabat yang
kaya itu akan menindas sahabat yang miskin, apa ini kisah seorang
sahabaat yang tertidas?
Mungkin sahabt aku ini tergolong orang yang
pemalas atau serang penghianat, trus shabat itu apa dan sahabat macam
apa dia jika seperti itu?
Memang inilah mungkin nasib seorang sahabat
yang miskin, sedangkan dia orang kaya, pantas saja si miskin
tertindas. pantas saja dia tidak ingin membantu, mungkin dia akan
berpikir kalau dia akan di perbudak, bodoh!!
Kalau dapat orang seperti ini, mending gak ush
deh menganggap dia sahabat kita, karena orang - orang seprti mereka
itu tidak pantas dan tidak harus ada bersama kita, mending tidka usah
bertemu kita ,supaya kita tidak pernah kenal dengan orang itu. Untuk
apa juga kalau seorang sahabat hanya memanfaatkan sahabatnya sendiri,
untuk apa orang seperti itu kalau menindas kita secara perlahan.
Sahabat Menjadi Raja. Kenapa aku katakan
sebagai seorang raja??, karena manusia yang seperti itu memanfaatkan
sahabatnya untuk menguntungkan diri sendiri. kadang kita tidak
menyadarinya, dan bahkan kita tidak peduli dan tidak terpikirkan
sebelumnya.
Ketika mereka meminta kita atau menyuruh
(Nyesek) kita. Mungkin meminta kita untuk ke kios membeli,
menjemputnya (mengantarnya), menyediakannya makanan, padahal mereka
sendiri bisa melakukan itu. Dan coba kalian pikir, saat kalian
memintanya seperti itu, kalian akan menyadarinya saat dia mulai
mengeluh, memberikan alasan dengan kata "nanti", mencari
kesibukan lain agar dia terlihat sibuk, pergi tidur (padahal hanya
alasannya saja), meminta yang lain untuk membantu kita, tetap saja
dia punya alasan yang super jika mereka itu seorang sahabat yang
ingin menjadi Raja, dan itu bukanlah kategori seorang sahabat.
Tapi mungkin ini hanyalah cerita dari kisah
seorang sahabat yang aku temui dalam kehidupan sehari-hari aku,
inilah gambaran dari sahabat-sahabatku yang hanya menjadi seorang
raja dalam Tahta persahabatan, ini juga yang menggambarkan karekter
dari orang-orang disekitarku, Seorang sahabat yang memanfaatkan
sahabatnya sendiri tanpa belas kasih, menjadikan sahabatnya itu
sebagai budak-budak mereka, dan mereka di kuasai "Ego" yang
membuat mereka menjadi orang yang semena-mena. Masih mereka menjadi
sahabat kita?? mending mereka itu jadi lalat, yang tidak usah di
butuhkan, saat kita dalam masalah.
Untuk Sahabtku. kenapa kalian masih belum
menyadari, yang selalu ada saat kalian butuh, itu aku!!? , aku yang
berusaha selalu bisa selalu siap dan selalu ada saat kau butuhkan
bantuannnku. Sahabatku, bukannya aku mengingatkan tentang apa yang
sudah aku lakukan, bukan karena ingin meminta balasan dari semua itu,
tapi hanya ingin agar kau mengerti keadaan sahabatmu ini.
Bukannya Balas Budi. Aku tak mengharapkan itu,
tapi coba saja kalian (sahabat) pikir kalau kalian berada di posisi
seperti aku saat ini, dan aku menjadi seperti kau, bukannnya meminta
balas budimu, aku hanya sekedar mengingatkan agar kau tahu;
"karena sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain".
Jangan pernah merasa puas dan egois terhadap
sesamamu karena yang kau miliki (karena kau lebih dari mereka) pada
saat itu tidak akan selamanya kau miliki, diatas langit masih ada
langit, tidak ada namanya Raja dan budak dalam persahabatan, Bumi
sendiri berputar, seiring kehidupan ini, dimana kita kadang ada di
atas dan kadang kita di bawah, mungkin kau pernah membutuhkanku, dan
akupun suatu saat nanti akan membutuhkanmu.
Semoga dengan sedikit dari cerita aku tentang
"Sahabat atau Raja" ini bisa menjadi renungan dan pelajaran
untuk kita, bahwa ketika kita mempunyai seorang kawan atau sahabat,
janganlah kita menjadi manusia yang Egois. Berusahalah sebisa yang
kita mampu ketika sahabat membutuhkan kita, janganlah menghindari
sahabat yang membutuhkanmu, apalagi harus mencari alasan yangtidak
etis.
Salam Sahabat Bloger.
arief,Okt2012

No comments:
Post a Comment