Monday, 8 October 2012

Pahitnya LDR (Long Distance Relationship)


Aku termasuk orang dalam kategori mudah jatuh cinta , tapi tidak mudah membagi perasaan, mungkin karena aku yang seperti itu, makanya mereka mudah mempermainkanku. (ngeluh kayak cewe').

"Jangan terlalu setia jadi cowo", kata salah seorang temanku.

Tapi apa boleh dikata, perasaan yang memuntunku seperti ini, hal itu baru aku sadari setelah berkali kali di kecewain sama cewe. (Nasib emang nasib). Aku tidak menyesali itu, karena menurutku itulah cara Tuhan yang diberikan kepadaku, tinggal ambil hikmahnya saja dan memetik pelajaran dibalik kisah ini. setiap kali aku mulai suka pasti aku selalu
saja ingin bersama dia, ingin ada di dekatnya , paling tidak tahu kabarnya dalm sehari, semakin aku suka semakin aku takut mengatakan perasaanku yang sebenarnya dan saat aku mengaakannya, akhirnya jadian juga, tapi sayang sekali hubungan itu tidak berlangsung lama. Hanya seumur jagung hahah. (begitu singkat).
Aku lebih sering menjalin hubungan jarak jauh atau bahasa kerennya LDR (Long Distance Relationship), sebelum akhirnya bertemu. maklum eksis di dunia maya, tapi ujung-ujungnnya cepat putus juga setelah bertemu. Bukan mungkin lagi, tapi memang sudah pasti dan kebanyakan melihat fisik dari pasangannya pada pertemuan pertama. Sedangkan aku orangnya pendek. Yaa, pantas saja mereka tidak suka dengan orang pendek, jelek terus kalau jalan sambil nunduk, hidung malah kebanjiran, hahaha becanda. Dan aku sempat berpikir setelah bertemu dengan mereka yang tiba-tiba memutuskan hubungan sepihak, entah apa yang sedang mereka pikirkan tapi pikiranku sendiri mengatakan apa yang sedang mereka pikirkan :
"Yaa Tuhan, gimana nasib anakku nanati jika bapaknmya secebol orang di depanku ini".
Bagaimana ya jadinya kalau setiap cewe yang aku temui berpikiran sperti itu "Oh Tuhan, betapa rendahnya aku di mata mereka, semoga aku tidak serendah itu di mata-Mu Tuhan". Tapi aku selalu berpikir positif bahwa kelak akan ada yang tulus menerimaku apa adanya, bukannya menghinaku dengan apa yang ada pada jasad ini. Hhuuuh
Karena aku sering menjalani hubungan LDR (Long Distance Relationship). Makanya setelah berulang-kali menghadapi topan dan badai bagai pelaut, yaa. . ., pelaut cinta yang mengerungi Lautan asmara, maka sebagai manusia normal yang mempunyai daya nalar aku masih bisa sempat bepikir :

"Sebaiknya aku jelaskan tentang diriku sebelum sebelum kami bertemu, agar kalau bertemu tidak bakalan kaget dan syook saat melihat aku”.

Dan juga itu bisa mengurangi para cewe yang akan memikirkan anaknya kelak yang akan sama persis dengan aku yang sekarang ini. Jika seperti itu mungkin lebih baik. Ini sebenarnya untuk mengantisipasi agar para KOPI DARAT bisa mempersiapkan mental sebelum ujian di mulai. (kyak UAN gitu).
Saat ini ketika aku sudah mulai merasakan "SUKA" dengan cewe yang akau anggap dia bisa membuatku merasa nyaman, meski hanya pada saat kami telfonan, sms-an, chating jejaring sosial, dan aku mulai ingin bertemu dengan cewe yang aku kenal itu, pertama-tama aku menceritakan siapa dan bagaimana diriku sekarang ini,
"Aku yakin kejujuran akan berbuah sebuah kebaikan", aku yakin itu.
Mulai dari itu, aku sudah bisa menganalisis (Mungkin ini penelitian) kemudian membuat hipotesa dan kerangka berpikir. Inilah penelitian seorang pemberani untuk melakukan KOPI DARAT, atau pecundang yang hanya bersembunyi di ketek ibunya.
Piiiuuuh Tibalah saat yang di tetapkan. Sudah pasti aku yang pergi menemuinya, ya iyalah aku kan cowo, Pejantan(g) tangguh, Tapi apa yang terjadi pemirsa, aku bertemu dia di sekitar dekat dari rumah si cewe, kali ini cewe itu, datang dari arah belakang dengan wewangian yang khas bagi kebanyakan cewe, gak tahu juga itu cewe pakai farfum apaan, yang jelasnya bukan bunga kenbang tujuh rupa. Hahhaha.

Suara itu begitu pelan menyusuri gelapnya malam pada saat itu, kami janjian bertemu pada saat malam, untungnya bukan malam jum'at kliwon.

"Haaaiii. . . Arief yaa??" (suara agak serem juga).

"Iya ko' tau?", tanyaku smabil bercanda.

Hal ini aku lakukan agar dia tidak merasa grogi atau semacam syook setelah melihatku, mudah-mudahan bisa mengurangi syooknya.
Tapi tak lama, belum sempat untuk ngobrol banyak, dia sudah mau pulang. Nah, dari sinilah aku sudah dapatkan sampel dan mulai menerka-nerka, mungkin dia tidak betah karena yang dia temui seorang Alien, entah dari planet mana.
Kalian juga mungkin pernah merasakan hal sperti ini, awalnya sering telfonan, sms-an lancar, chating apa lagi, iya kan??!.

Tapi coba deh ketika seorang cewe sudah melihat pasangan KOPI DARATnya seprti itu, tidak sesuai dengan kriteria yang dia inginkan, maka malapetaka pun terjadi, Lantas apa yang terjadi??
Telfon sudah tidak di angkat, sms tidak di balas, dan saat chating cuman balas "Hai juga", terus off. Yang lebih parahnya lagi kalau itu cewe sampai harus ganti kartu telfon agar kita tidak bisa menghubunginya. Sungguh Terlalu.
Tapi walaupun kisahku yang seperti ini, aku tidak putus asa, dan tidak bakalan nyerah mencari seseorang yang mampu menerimaku apa adanya, Sebab Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita minta. Kalau memang jodoh pasti gak bakalan kemana kok.
kadang kita pernah mengalami kejadian atau peristiwa yang sama persis dan hampir sama dengan kisah orang lain, tapi kita harus ketahui bahwa itu bukan dari hal yang kita sengaja, karena aku sendiri sempat berpikiran kalau aku yang memiliki kisah seperti ini, mungkin Tuhan ingin aku merasakan apa yang mereka rasakan saat itu. piiuuuh, capek juga nulisnya, sekian dulu sahabat dari cerita ini, Salam Bloger Anak bangsa .
(arief,2Sept2012)

No comments:

Post a Comment