Aku termasuk orang dalam kategori
mudah jatuh cinta , tapi tidak mudah membagi perasaan, mungkin karena
aku yang seperti itu, makanya mereka mudah mempermainkanku. (ngeluh
kayak cewe').
"Jangan terlalu setia jadi
cowo", kata salah seorang temanku.
Tapi apa boleh dikata, perasaan
yang memuntunku seperti ini, hal itu baru aku sadari setelah berkali
kali di kecewain sama cewe. (Nasib emang nasib). Aku tidak menyesali
itu, karena menurutku itulah cara Tuhan yang diberikan kepadaku,
tinggal ambil hikmahnya saja dan memetik pelajaran dibalik kisah ini.
setiap kali aku mulai suka pasti aku selalu
saja ingin bersama dia,
ingin ada di dekatnya , paling tidak tahu kabarnya dalm sehari,
semakin aku suka semakin aku takut mengatakan perasaanku yang
sebenarnya dan saat aku mengaakannya, akhirnya jadian juga, tapi
sayang sekali hubungan itu tidak berlangsung lama. Hanya seumur
jagung hahah. (begitu singkat).
Aku
lebih sering menjalin hubungan jarak jauh atau bahasa kerennya LDR
(Long
Distance Relationship), sebelum akhirnya bertemu. maklum eksis di
dunia maya, tapi ujung-ujungnnya cepat putus juga setelah bertemu.
Bukan mungkin lagi, tapi memang sudah pasti dan kebanyakan melihat
fisik dari pasangannya pada pertemuan pertama. Sedangkan aku orangnya
pendek. Yaa, pantas saja mereka tidak suka dengan orang pendek, jelek
terus kalau jalan sambil nunduk, hidung malah kebanjiran, hahaha
becanda. Dan aku sempat berpikir setelah bertemu dengan mereka yang
tiba-tiba memutuskan hubungan sepihak, entah apa yang sedang mereka
pikirkan tapi pikiranku sendiri mengatakan apa yang sedang mereka
pikirkan :
"Yaa Tuhan, gimana nasib
anakku nanati jika bapaknmya secebol orang di depanku ini".
Bagaimana ya jadinya kalau setiap
cewe yang aku temui berpikiran sperti itu "Oh Tuhan, betapa
rendahnya aku di mata mereka, semoga aku tidak serendah itu di
mata-Mu Tuhan". Tapi aku selalu berpikir positif bahwa kelak
akan ada yang tulus menerimaku apa adanya, bukannya menghinaku dengan
apa yang ada pada jasad ini. Hhuuuh
Karena aku sering menjalani
hubungan LDR (Long Distance Relationship). Makanya setelah
berulang-kali menghadapi topan dan badai bagai pelaut, yaa. . .,
pelaut cinta yang mengerungi Lautan asmara, maka sebagai manusia
normal yang mempunyai daya nalar aku masih bisa sempat bepikir :
"Sebaiknya aku jelaskan
tentang diriku sebelum sebelum kami bertemu, agar kalau bertemu tidak
bakalan kaget dan syook saat melihat aku”.
Dan juga itu bisa mengurangi para
cewe yang akan memikirkan anaknya kelak yang akan sama persis dengan
aku yang sekarang ini. Jika seperti itu mungkin lebih baik. Ini
sebenarnya untuk mengantisipasi agar para KOPI DARAT bisa
mempersiapkan mental sebelum ujian di mulai. (kyak UAN gitu).
Saat ini ketika aku sudah mulai
merasakan "SUKA" dengan cewe yang akau anggap dia bisa
membuatku merasa nyaman, meski hanya pada saat kami telfonan, sms-an,
chating jejaring sosial, dan aku mulai ingin bertemu dengan cewe yang
aku kenal itu, pertama-tama aku menceritakan siapa dan bagaimana
diriku sekarang ini,
"Aku yakin kejujuran akan berbuah sebuah kebaikan", aku yakin itu.
"Aku yakin kejujuran akan berbuah sebuah kebaikan", aku yakin itu.
Mulai dari itu, aku sudah bisa
menganalisis (Mungkin ini penelitian) kemudian membuat hipotesa dan
kerangka berpikir. Inilah penelitian seorang pemberani untuk
melakukan KOPI DARAT, atau pecundang yang hanya bersembunyi di ketek
ibunya.
Piiiuuuh Tibalah saat yang di
tetapkan. Sudah pasti aku yang pergi menemuinya, ya iyalah aku kan
cowo, Pejantan(g) tangguh, Tapi apa yang terjadi pemirsa, aku bertemu
dia di sekitar dekat dari rumah si cewe, kali ini cewe itu, datang
dari arah belakang dengan wewangian yang khas bagi kebanyakan cewe,
gak tahu juga itu cewe pakai farfum apaan, yang jelasnya bukan bunga
kenbang tujuh rupa. Hahhaha.
Suara itu begitu pelan menyusuri
gelapnya malam pada saat itu, kami janjian bertemu pada saat malam,
untungnya bukan malam jum'at kliwon.
"Haaaiii. . . Arief yaa??"
(suara agak serem juga).
"Iya ko' tau?", tanyaku
smabil bercanda.
Hal ini aku lakukan agar dia tidak
merasa grogi atau semacam syook setelah melihatku, mudah-mudahan bisa
mengurangi syooknya.
Tapi tak lama, belum sempat untuk
ngobrol banyak, dia sudah mau pulang. Nah, dari sinilah aku sudah
dapatkan sampel dan mulai menerka-nerka, mungkin dia tidak betah
karena yang dia temui seorang Alien, entah dari planet mana.
Kalian juga mungkin pernah
merasakan hal sperti ini, awalnya sering telfonan, sms-an lancar,
chating apa lagi, iya kan??!.
Tapi coba deh ketika seorang cewe sudah melihat pasangan KOPI DARATnya seprti itu, tidak sesuai dengan kriteria yang dia inginkan, maka malapetaka pun terjadi, Lantas apa yang terjadi??
Tapi coba deh ketika seorang cewe sudah melihat pasangan KOPI DARATnya seprti itu, tidak sesuai dengan kriteria yang dia inginkan, maka malapetaka pun terjadi, Lantas apa yang terjadi??
Telfon sudah tidak di angkat, sms
tidak di balas, dan saat chating cuman balas "Hai juga",
terus off. Yang lebih parahnya lagi kalau itu cewe sampai harus ganti
kartu telfon agar kita tidak bisa menghubunginya. Sungguh Terlalu.
Tapi walaupun kisahku yang seperti
ini, aku tidak putus asa, dan tidak bakalan nyerah mencari seseorang
yang mampu menerimaku apa adanya, Sebab Tuhan selalu memberikan apa
yang kita butuhkan, bukan yang kita minta. Kalau memang jodoh pasti
gak bakalan kemana kok.
kadang kita pernah mengalami
kejadian atau peristiwa yang sama persis dan hampir sama dengan kisah
orang lain, tapi kita harus ketahui bahwa itu bukan dari hal yang
kita sengaja, karena aku sendiri sempat berpikiran kalau aku yang
memiliki kisah seperti ini, mungkin Tuhan ingin aku merasakan apa
yang mereka rasakan saat itu. piiuuuh, capek juga nulisnya, sekian
dulu sahabat dari cerita ini, Salam Bloger Anak bangsa .
(arief,2Sept2012)
No comments:
Post a Comment