Hujan..
Hujan kadang datang saat mendung, tapi kadang juga tidak …
siapa yang tahu…?! Hujan basahi kota tanpa menyisahkan embun hanya ada
sisa-sisa banjir semalam.
Hujan Semalam bercerita. Menceritakan kau dan aku di bawah
rintik deras hujan di tengah kota. Laju motor menerpa rintik hujan, tak peduli
aku yang menggigil., tak peduli jalanan yang basah, aku akan jatuh, biarlah,
jika nanti aku masih bisa berdiri dan kembali menemuimu. Kau menungguku,
kau
sudah kedinginan, aku cemas, khawatir, dank arena aku peduli, alasanku mengapa
aku datang menemuimu walau hujan …
Kau menyuruhku memasuki lorong yang sudah banjir, aku
melewatinya, dan kita bertemu di ujung lorong. Lalu motor berbelok menuju arah
jalan raya. Kita akan ke rumah.
Menggigil, begitu dingin,.. kini berganti hangat, ketika tubuh
merapat dan kembali kau menawarkan jaket itu,, tapi aku menolak, hanya tidak
ingin kau yang kedinginan, aku khawatir kau sakit. Melaju terus, melewati
banjir di tengah kota.
“kita akan jatuh, kita akan jatuh”, katamu, Kau sepertinya takut. Tapi aku tidak akan
membiarkan itu terjadi. Pelan-pelan
Kita sampai dan kau memberikan jaket yang kau kenakan. Kini aku
sudah hangat, hangat dari tubuhmu, kini aku tidak mengigil lagi.
Kita dan Hujan ... cieee, #CiusIni
No comments:
Post a Comment